Technical Archive // Vol. 02 // System Architecture
System Architecture

System Architecture:
Hardware Integration & Logic

Pendefinisian spesifikasi perangkat keras (Bill of Materials) dan arsitektur kontrol aktuator untuk mengimplementasikan logika Fuzzy Mamdani pada ekosistem kandang closed house.

Processing Core
Dual-Core Edge AI
Sensor Fusion
I2C Bus Protocol
Actuation
PWM & Phase Control

2.1 Perangkat Keras (Hardware)

Spesifikasi teknis dan rasional pemilihan komponen (BOM).

Arsitektur Komunikasi Data

Sistem menggunakan topologi bintang (Star Topology) terpusat dengan ESP32 sebagai master. Komunikasi antar perangkat (Sensor, RTC, LCD) menggunakan protokol serial I2C (Inter-Integrated Circuit)pada alamat unik, sehingga mengurangi kompleksitas kabel (hanya 2 jalur data: SDA & SCL). Ini meminimalkan noise interference di lingkungan industri peternakan.

Core Unit
Processing Unit

Mikrokontroler Utama

ESP32-S3 N16R8

Fungsi Utama

Fuzzy Inference Engine & IoT Gateway

Spesifikasi Teknis

Dual-core Xtensa LX6 240MHz, 16MB Flash, 8MB PSRAM

Dipilih karena kemampuan dual-core untuk multitasking: Core 0 menangani interrupt sensor (I2C) dengan prioritas tinggi, sedangkan Core 1 mengeksekusi logika Fuzzy Mamdani dan komunikasi jaringan (WiFi/MQTT) tanpa blocking.

Sensing Unit

Sensor Lingkungan

DFRobot SHT40

Fungsi Utama

High-Precision Temperature & Humidity Sensing

Spesifikasi Teknis

Akurasi ±0.1°C / ±1.8% RH, 0-100% Range, I2C

Menggunakan teknologi sensor CMOSens terbaru yang memberikan resolusi tinggi dan stabilitas jangka panjang. Output digital I2C mengeliminasi noise analog pada kabel panjang di lingkungan kandang yang lembap.

Timing Unit

Real Time Clock (RTC)

DS3231

Fungsi Utama

Set Point Synchronization & Data Logging

Spesifikasi Teknis

TCXO Crystal, ±2ppm Accuracy, CR2032 Backup

Kritis untuk mekanisme *Dynamic Set Point*. RTC menyediakan timestamp akurat untuk log data historis dan memicu perubahan suhu target secara otomatis berdasarkan umur ayam (Hari ke-X) tanpa dependensi internet (NTP).

Communication Unit

Modul GSM/GPRS

SIM800L

Fungsi Utama

Fail-safe Connectivity & Critical Alerts

Spesifikasi Teknis

Quad-band 850/900/1800/1900 MHz, TCP/IP Stack

Berfungsi sebagai jalur komunikasi cadangan (redundancy) saat jaringan WiFi lokal down. Mengirimkan notifikasi SMS (text) untuk alarm kritis (Suhu > 35°C) menggunakan protokol AT Command.

Visual Unit

Visual Monitoring Node

ESP32-CAM

Fungsi Utama

Remote Visual Inspection & Anomaly Detection

Spesifikasi Teknis

OV2640 2MP, JPEG Compression, MicroSD Slot

Beroperasi sebagai node independen yang melakukan stream video MJPEG via HTTP. Memungkinkan verifikasi visual kondisi fisik ayam (piling/crowding) yang tidak dapat dideteksi oleh sensor suhu.

Interface Unit

HMI Lokal (Local HMI)

LCD 16x2 I2C

Fungsi Utama

On-site Status Display & Debugging

Spesifikasi Teknis

HD44780 Controller, I2C Backpack (PCF8574)

Menyediakan antarmuka langsung untuk peternak di lokasi kandang untuk membaca nilai aktual, setpoint, dan status aktuator tanpa perlu membuka smartphone/dashboard.

Power Unit

Power Management System

TP4056 + 18650 Li-Ion

Fungsi Utama

Uninterruptible Power Supply (UPS)

Spesifikasi Teknis

CC-CV Charging 1A, DW01 Protection IC

Menjamin operasional sistem selama pemadaman listrik sesaat. Sistem charging otomatis (TP4056) memastikan baterai selalu dalam kondisi penuh saat listrik PLN menyala.

2.2 Mekanisme Kontrol Aktuator

Penerapan teknik modulasi sinyal berbasis keluaran Fuzzy.

Sistem Pendingin (Cooling)

Exhaust Fan Control

Input:Fuzzy Output (0-100%)
Signal:PWM (Pulse Width Modulation)

Teori Operasi

Kipas exhaust dikendalikan oleh PWM AC Voltage Regulator. Sistem tidak menggunakan metode On/Off relay yang menyebabkan inrush current tinggi. Sebaliknya, duty cycle sinyal PWM dimodulasi untuk mengatur tegangan RMS yang sampai ke motor kipas, memungkinkan variasi kecepatan putaran (variable speed) yang halus sesuai kebutuhan pembuangan panas.

Sistem Pemanas (Heating)

Brooder Lamp/Heater Control

Input:Fuzzy Output (0-100%)
Signal:AC Dimmer (Phase Control)

Teori Operasi

Heater dikendalikan menggunakan teknik Phase-Angle Control (Dimmer) dengan deteksi Zero-Crossing. Triac pada modul dimmer "menyulut" (firing) pada titik tertentu setelah gelombang AC melewati nol volt. Menggeser sudut penyalaan (firing angle) ini mengubah persentase siklus daya yang diterima heater, memberikan kontrol suhu yang presisi tanpa switching noise.

Kedua aktuator menerima sinyal analog/digital terkonversi langsung dari pin ESP32 (GPIO) melalui driver optocoupler untuk isolasi tegangan.